Sunday, 22 July 2012

Keanekaragaman Ikan Sungai Kampar

No Spesies Nama Ikan
1. Clupeichthys bleekeri Bunga air putih
2. Clupeichthys goniognathus Bunga air merah
3. Acanthopsis octoactinotos Awu-awu
4. Botia hymenophysa Ciling-ciling
5. Albulichthys albuloides Dara Putih
6. Barbodes schwanefeldi Kapiek
7. Crossocheilus oblongus Selimang Batu
8. Crossocheilus langei Selimang Batang
9. Cyclocheilichthys apogon Siban/Sipaku
10. Cyprinus carpio Ikan Mas
11. Dangila festiva Ingau
12. Hampala macrolepidota Barau
13. Labeo sp Lelan Kuning
14. Labiobarbus festivus Mali-mali
15. Labiobarbus leptocheilus Luang
16. Leptobarbus hoevenii Jelawat
17. Leptobarbus melanopterus Petulu
18. Osteochilus hasseltii Paweh
19. Osteochilus kelabau Kelabau
20. Osteochilus microcephalus Lelan Kunyit
21. Osteochilus pleurotaenia Lelan
22. Osteochilus schlegeli Si Buruk
23. Osteochilus vitatus Lelan Botiong
24. Oxygaster anomalura Sepimping
25. Puntioplites bulu Tabingalan
26. Rasbora argyrotaenia Pantau
27. Rasbora rutteni Sicangga
28. Thynnichthys polilepis Motan Besar Kepala
29. Thynnichthys thynnoides Motan Siruncing
30. H. chrysopunctatus Julung-julung
31. Notopterus borneensis Belida
32. Anabas testudineus Puyuh
33. Thrichogaster trichopterus Sepat/ Sopek
34. Parambassis wolfii Sipongkah
35. Channa bankanensis Bujuk
36. Channa striata Gabus/ Bocek
37. Oreochromis niloticus Nila
38. Oxyeleotris marrmorata Betutu
39. Helostoma temmincki Tuakang/Tambakan
40. Mastacambelus unicolor Tilan
41. Oshphronemus gouramy Gurami
42. Pristilepis grooti Katung
43. Cygnolossus microlepis Lidah-lidah
44. Achiroides leucorhynchos Sebelah
45. Himantura signifer Pari
46. Mystus nemurus Baung
47. Mystus micracanthus Baung pisang
48. Mystus nigriceps Ingir-ingir
49. Mystus wyckii Geso
50. Clarias bathracus Lele
51. Clarias teijsmanni Keli
52. Pangasius pangasius Patin
53. Pangasius polyranodon Juaro
54. Belodontichthys dinema Sengarat
55. Krytopterus palembangensis Selais
56. Krytopterus schilbeides Selais budak
57. Wallago leeri Tapah
58. Tetraodon palembangensis Buntal

sumber : ronal_yusni_139-147_.pdf

3 comments:

  1. Beberapa daerah di Riau mengenal jenis ikan gabus ini dengan sebutan sebagai ikan bocek. Sedangkan secara internasional dikenal juga dengan sebutan ikan "snake head" dan "murrel". Penyebaran jenis ikan ini di dunia terdapat di daerah paparan Sunda, pulau Sulawesi, Lesser Sundas, Moluccas, India, Indochina dan China

    ReplyDelete
  2. Ikan motan merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomi di daerah Riau. Hanya saja har ga jualnya ke pedagang ikan pengumpul ataupun di pasar ikan tidak semahal harga ikan selais (Cryptopterus sp.)dan baung (Mystus nemurus). Semua ikan motan yang diperdagangkan di pasar ikan di kota maupun di pasar desa pada hari-hari tertentu adalah merupakan hasil tangka pan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jaring (gill-net).
    Berdasarkan klasifikasi yang dikemukakan oleh Saanin (1986) dan Kottelat et al. (1993), ikan motan ini tergolong ke dalam famili Cyprinidae dan genus Thynnichthys. Spesies ikan yang ter masuk ke dalam genus Thynnichthys yang terdapat di Indonesia ada 3 spesies yaitu : Thynnich thys polylepis; T. thynnoides dan T. vaillanti. Ketiga spesies ini semuanya dapat dijumpai di per airan tawar di Riau dan semua spesies ikan itu oleh masyarakat di kabupaten Kampar dikenal de ngan nama ikan motan.
    Diantara ketiga spesies ikan motan ini yang ukuran tubuhnya paling besar dan paling banyak diperdagangkan di pasar ikan maupun di pasar desa adalah spesies T. polylepis. Bahkan saat ini ikan T. polylepis yang terdapat di waduk PLTA Koto Panjang, Riau merupakan spesies ikan air tawar yang paling dominan jika dibandingkan dengan 50 spesies ikan air tawar lainnya yang ada di waduk. Biasanya jumlah ikan motan yang tertangkap oleh jaring nelayan mencapai 60 - 75 % dari seluruh ikan yang tertangkap, baik itu hasil tangkapan jaring yang dioperasikan pada siang hari maupun pada malam hari.
    Ikan motan dari spesies T. polylepis ini memiliki tubuh berbentuk hampir stream line, kepala meruncing, posisi mulut terminal, mulut bersifat protractil, tubuh ditutupi oleh sisik-sisik kecil putih yang umumnya berbentuk cycloid, sirip ekor berbentuk bercagak (forked), permulaan dasar sirip dada dekat ujung bagian belakang (posterior) tutup insang (operculum). Panjang total tubuh bisa mencapai 225 mm, jumlah sisik linea lateralis 65 b- 75.
    Jenis ikan motan ini di daerah Riau dapat dijumpai di perairan waduk PLTA Koto Panjang, sungai Kampar Kanan dan sungai Rokan. Sedangkan penyebarannya di Indonesia dapat dijum pai selain di pulau Sumatera juga terdapat di pulau Kalimantan.
    Menurut imformasi dari penduduk yang bermukim di sekitar waduk, bahwa setiap musim hujan di bulan Oktober ikan motan ini migrasi (ruaya) pemijahan secara massal dari waduk menuju ke vegetasi air di sekitar waduk. Terutama di sekitar daerah genangan waduk yaitu daerah yang di waktu musim kemarau menjadi daerah tempat pengem balaan sapi/kerbau penduduk, akan tetapi di musim hujan tergenang oleh limpahan air waduk.
    Berdasarkan jenis makanan yang dimakan maka ikan motan ini tergolong sebagai ikan "plankton feeder" dengan jenis makanan berupa Cyanophyceae, Chlorophyceae, Chrysso phyceae, Phyruphyceae dan sebagian kecil diantaranya adalah berupa zooplanktron. Jenis fito plankton yang sangat dominan menjadi makanannya adalah dari genus Ankistrodesmus, Syne dra, Closterium dan Oscillatoria.
    Nilai fekunditas ikan yang terdapat di waduk dengan ukuran panjang tubuh 142 - 225 mm mencapai 8.501 - 133.324 butir.

    ReplyDelete
  3. Kemungkinan Pembudidayaan Ikan Kapiek (Puntius schawanefeldi BLKR.) dari Sungai Kampar, Riau

    silahkan kunjungi http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1057

    ReplyDelete