Monday, 22 February 2016

Pengetahuan Jenis-Jenis Peta

Ukurbumi | Peta topografi merupakan gambaran sebagian kecil permukaan bumi di atas bidang datar yang dibuat dalam skala tertentu, serta dilakukan dengan metode tertentu pula. Karena banyaknya data topografi yang dapat disajikan di atas suatu peta, maka perlu dilakukan pemilihan data-data yang akan disajikan sehingga kerumitan isi peta dapat dihindari. Dalam pemilihan data tersebut, perlu dipertimbangkan beberapa hal seperti: skala peta yang akan dibuat, sumber data pemetaan, serta jenis data yang akan disajikan (tujuan pemetaan). Berdasarkan ketiga pertimbangan di atas, suatu peta dapat dikelompokkan kedalam beberapa jenis peta.

1. Berdasarkan sumber datanya
digolongkan menjadi 2, yaitu peta induk (basic map) dan peta turunan (derived map). 

Peta induk adalah peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan dan dilakukan secara sistematis. Untuk melakukan pemetaan secara sistematis, diperlukan adanya pembakuan dalam metode pemetaan, sistem datum, sistem proyeksi peta, ukaran lembar peta, skala peta, tata letak informasi tepi, derajat ketelitian serta kelengkapan isi, serta pembakuan dalam kerangka geometris peta (grid and graticule). Berhubung peta induk ini dapat digolongkan pula sebagai peta dasar (base map). Peta dasar adalah peta yang dijadikan acuan dalam pembuatan peta lainnya, khususnya acuan untuk kerangka geometrisnya.

Peta turunan adalah peta yang dibuat (diturunkan) berdasarkan acuan peta yang sudah ada, sehingga survei langsung kelapangan tidak diperlukan disini. Peta turunan ini tidak dapat digunakan sebagai peta dasar untuk pemetaan topografi.

2. Berdasarkan jenis data yang disajikan 
digolongkan menjadi 2, yaitu peta topografi (topographic map) dan peta tematik (tematic map).

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan semua unsur topografi yang nampak di permukaan bumi, baik unsur alam (seperti sungai, garis pantai, danau, hutan, gunung, dll) maupun unsur buatan manusia (seperti jalan, rumah, pelabuhan, pasar, dll), serta menggambarkan pula keadaan relief permukaan bumi. Dengan demikian, disamping data planimetris berupa unsur-unsur topografi diatas, ditampilkan pula data-data ketinggian seperti data titik tinggi, dan data kontur topografi. Contoh peta topografi: peta rupa bumi terbitan BIG (Badan Informasi Geospasial), peta teknik untuk perencanaan teknik sipil, dan lain-lain.

Peta tematik adalah peta yang hanya menyajikan data-data atau informasi dari suatu konsep/ tema yang tertentu saja, baik itu berupa data kualitatif maupun data kuantitatif, dalam hubungannya dengan detail topografi yang spesifik, terutama yang sesuai dengan tema peta tersebut. Contoh peta tematik, yaitu peta geologi, peta anomali gaya berat, peta anomali magnet, peta tata guna lahan, peta pendaftaran tanah, dan lain-lain.

3. Berdasarkan skalanya
digolongkan menjadi 3, yaitu peta skala kecil, peta skala sedang, dan peta skala besar.
contohnya :
- Peta skala kecil adalah 1: 500.000, 1 : 1 : 1.000.000, dst
- Peta skala sedang adalah 1 : 250.000, 1 : 100.000, 1 : 50.000, 1 : 25 :000.
- Peta skala besar adalah 1 : 10.000, 1 : 5000, 1 : 1000, 1 : 500.

skala 1:100.000,unsur-unsurnya meliputi:
- garis pantai;
- hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur perairan pantainya, sungai, terusan, saluran air, danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 15 meter;
- permukiman;
- jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan lain, jalan kereta api, bandar udara dan pelabuhan, bandar udara digambarkan sesuai dengan skala;
- batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas wilayah daerah kota, batas kecamatan;
- garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 50 meter;
- titik tinggi; dan
- nama-nama unsur geografis.

skala 1:50.000, unsur-unsurnya meliputi:
- garis pantai;
- hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur perairan pantainya, sungai, danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 7 meter;
- permukiman;
- jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan lain, jalan kereta api, jalan setapak, bandar udara dan pelabuhan, bandar udara digambarkan sesuai dengan skala;
- batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas kabupaten, batas kota, batas kecamatan;
- garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 25 meter;
- titik tinggi; dan
- nama-nama unsur geografis.

skala 1 : 25.000, unsur-unsurnya meliputi :
- garis pantai
- hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur perairan pantainya, sungai, terusan, saluran air, danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 5 meter;
- permukiman;
- jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, jalan lain, jalan setapak, jalan kereta api, bandar udara dan pelabuhan;
- batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas kota, batas kecamatan, batas kelurahan;
- garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 12,5 meter;
- titik tinggi; dan
- nama-nama unsur geografis.

skala 1 : 10.000, unsur-unsurnya meliputi:
- garis pantai;
- hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur perairan pantainya, sungai, terusan, saluran air, danau, waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 1,5 meter;
- permukiman;
- jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, jalan lain, jalan setapak, jalan kereta api, bandar udara dan pelabuhan;
- batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten, batas kota, batas kecamatan, batas desa;
- garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 5 meter;
- titik tinggi; dan
- nama-nama unsur geografis.

No comments:

Post a Comment