Showing posts with label Fauna. Show all posts
Showing posts with label Fauna. Show all posts
Wednesday, 13 March 2013
Saturday, 24 November 2012
Burung Pelikan Perenang yang Handal
Pelikan atau pelican adalah sejenis burung air yang memiliki kantung
yang dapat membesar pada bagian bawah paruhnya. Pelikan terdapat pada
hampir setiap penjuru dunia. Beberapa jenis pelikan merupakan burung
laut, dan sebagian lainnya merupakan burung yang biasa di air laut dan
di air tawar.
Burung Pelikan ini berwarna putih atau sebagian besar putih. Sayap dan ekor sebagian berwarna hitam. Selama masa mengeram warna kulit yang sulah, paruh, kantung, tengorok, dan kaki menjadi lebih jelas. Burung pelikan mempunyai ciri ciri khusus yaitu antara lain paruh besar dan lurus, dilengkapi dengan kait pada ujungnya dan kantong makanan yang besar, yang bisa menggembung di sepanjang paruh. Kantong paruh ini dapat menyimpan makanan 3 kali lebih banyak dari perutnya .
Burung Pelikan ini berwarna putih atau sebagian besar putih. Sayap dan ekor sebagian berwarna hitam. Selama masa mengeram warna kulit yang sulah, paruh, kantung, tengorok, dan kaki menjadi lebih jelas. Burung pelikan mempunyai ciri ciri khusus yaitu antara lain paruh besar dan lurus, dilengkapi dengan kait pada ujungnya dan kantong makanan yang besar, yang bisa menggembung di sepanjang paruh. Kantong paruh ini dapat menyimpan makanan 3 kali lebih banyak dari perutnya .
Pelikan adalah perenang yang baik, dengan kaki mereka yang pendek dan kuat serta jari-jari berselaput, untuk memudahkannya berenang di air.
Pelikan dapat digolongkan menjadi dua kelompok :
Pelikan yang berburu ikan dengan cara membentuk barisan di permukaan air dan mengambil ikan dengan paruhnya.
Pelikan yang menyelam ke dalam dan muncul ke permukaan setelah memperoleh buruan.
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
Pelikan adalah burung yang terkenal dengan paruhnya yang memiliki
kantung. Paruhnya yang meruncing panjangnya bisa lebih dari 30 cm. Paruh
sebelah atas memiliki ujung yang bengkok membentuk kait. Pada paruh
bagian bawah sampai tenggorokan terdapat kantung berupa kulit elastis,
yang digunakan untuk menangkap ikan. Kakinya pendek dan pada
jari-jarinya terdapat selaput yang memudahkannya berenang. Panjang tubuh
pelikan mencapai 1,5 m. Bentangan sayapnya antara 1,8 m sampai 2,7 m
tergantung spesiesnya. Pelikan jantan memiliki rupa yang sama dengan
pelikan betina, namun tubuh pelikan jantan sedikit lebih besar dari
pelikan betina.
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
Sebagai burung air, makanan burung pelikan adalah ikan. Beberapa jenis
pelikan menangkap ikan dengan berenang secara bekerjasama dalam satu
kelompok. Mereka membentuk suatu barisan membentuk formasi huruf “U”
untuk mengepung dan dan menjebak ikan-ikan ke pinggir air. Mereka
menggunakan sayap untuk mengepak-ngepak permukaan air untuk mengarahkan
ikan. Saat ikan-ikan terjebak dan berkumpuk di pinggiran air, mereka
menangguknya dengan paruh berkatungnya. Pelikan kemudian mengarahkan
paruhnya ke bawah untuk membuang air dari kantung tersebut, kemudian
menelan ikan yang terperangkap di paruhnya. Pelikan Putih Amerika
(Pelecanus erythrorhynchos) dapat menampung sekitar 11 liter air dalam
kantung paruhnya.
Cara berburu masing-masing spesies tidak semuanya sama. Pelikan Putih (Pelecanus erythrorhynchos). Pelikan Putih biasa mencari makan dalam kelompok, dengan memukul-mukul dan sayap dan kakinya mengejar ikan kecil ke arah tepi air. Pelikan Cokelat (Pelecanus occidentalis) memburu ikan dengan terjun menyelam dari ketinggian 3 – 9 m dari atas permukaan air. Pelikan Punggung Pink (Pelecanus rufescens) dan Pelikan Paruh Tutul (Pelecanus philippensis) mencari makan sendiri-sendiri dengan dengan berenang perlahan mendekati ikan sasaran lalu menangkap mangsanya dengan paruhnya secara tiba-tiba.
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
Pelikan adalah burung yang hidup berkelompok dan terbang dalam kawanan.
Pelikan dapat terbang dalam jangka waktu lama. Mereka sering terbang
membentuk satu garis panjang. Kadang kadang mereka juga terbang dengan
membentuk formasi huruf “V”. Gerakan pelikan agak kaku di atas tanah
tetapi sangat lincah di udara. Burung pelikan juga berkembangbiak dalam
kelompok yang disebut koloni.
Pelikan biasa berada di lingkungan kelompok pelikan lainnya, bahkan di lingkungan jenis burung air lainnya seperti cormorant atau flamingo.
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
| Pelikan (lokasi : ragunan, jakarta) |
Klasifikasi ilmiah burung pelikan adalah sebagai berikut.
Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo: Pelecaniformes, Famili: Pelecanidae, Genus: Pelecanus,
Spesies burung pelikan antara lain: Pelikan Cokelat (Pelecanus occidentalis), Pelikan Peru (Pelecanus thagus), Pelikan Paruh Tutul (Pelecanus philippensis), Pelikan Punggung Pink (Pelecanus rufescens), Pelikan Putih Amerika (Pelecanus erythrorhynchos), Pelikan Great White (Pelecanus onocrotalus), Pelikan Dalmatian (Pelecanus crispus), Pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus).
Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo: Pelecaniformes, Famili: Pelecanidae, Genus: Pelecanus,
Spesies burung pelikan antara lain: Pelikan Cokelat (Pelecanus occidentalis), Pelikan Peru (Pelecanus thagus), Pelikan Paruh Tutul (Pelecanus philippensis), Pelikan Punggung Pink (Pelecanus rufescens), Pelikan Putih Amerika (Pelecanus erythrorhynchos), Pelikan Great White (Pelecanus onocrotalus), Pelikan Dalmatian (Pelecanus crispus), Pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus).
Monday, 19 November 2012
Berlibur ke Sea World Indonesia di Akhir Pekan
Seaworld Indonesia memiliki berbagai koleksi mulai dari biota perairan tawar, terdiri dari 22.000 ekor ikan (126 Jenis), 28 reptil (5 jenis) sampai biota perairan laut yang terdiri dari 5180 ekor ikan (26 jenis), 79 avertebrata (13 jenis), 30 reptil (5 jenis) dan 1 mamalia. berbagai fasilitas seperti telephone umum, toko souvenir, mushola, Ruang P3K & Menyusui serta food and beverage pun ada disana, jadi ga usah bingung.
Ternyata Seaworld ga sebesar dan
semegah yang saya bayangin. Cuman ada satu main tank (akuarium utama),
dan beberapa akuarium besar dan kecil. Main tank ini adalah satu
akuarium raksasa, semacam miniatur laut gitu, dan bisa dilihat dari
berbagai sisi. Dari depan, bisa dilihat dari kaca raksasa yang dijadikan
background panggung untuk melihat atraksi penyelam yang memberi makan
ikan. Dari atas, bisa melihat ikan-ikan berenang di permukaan ‘miniatur
laut’ tersebut, trus dari bawah/dalam, ada terowongan kaca yang masuk
menerobos perut main tank tersebut, yang membuat kita seolah-olah
berjalan di dalam laut. Di beberapa sisi yang lain juga ada kaca-kaca
besar yang memberikan pemandangan ikan-ikan di dalam akuarium raksasa
itu.
Akuarium besar lainnya adalah akuarium ikan hiu. Beda sama main tank yang emang gede banget dan dibentuk bener-bener seperti di bawah laut lengkap dengan terumbu karang, tanaman laut, dan lain-lain, akuarium hiu ini isinya beneran cuman air dan ikan aja. Mungkin karena hiu emang hidupnya bukan di dasar laut ya, tapi lebih deket ke permukaan. Di sini kita bisa ngeliat dengan jelas ikan hiu dari yang paling besar sampe yang kecil-kecil berenang mengitari akuarium yang luas itu. Abis itu, ada juga akuarium dugong yang juga besar, trus yang kecil-kecil seperti arapaima, lion fish, kuda laut, dan banyak lagi yang lain. Selain akuarium-akuarium tertutup, ada juga kolam sentuh yang tersebar di beberapa spot di dalam area Seaworld. Kolam sentuh ini isinya ada kura-kura, hiu kecil, dan lain-lain. Dan sesuai namanya, di kolam ini kita bisa menyentuh ikan dan binatang-binatang lain yang ada di dalamnya.
Akuarium besar lainnya adalah akuarium ikan hiu. Beda sama main tank yang emang gede banget dan dibentuk bener-bener seperti di bawah laut lengkap dengan terumbu karang, tanaman laut, dan lain-lain, akuarium hiu ini isinya beneran cuman air dan ikan aja. Mungkin karena hiu emang hidupnya bukan di dasar laut ya, tapi lebih deket ke permukaan. Di sini kita bisa ngeliat dengan jelas ikan hiu dari yang paling besar sampe yang kecil-kecil berenang mengitari akuarium yang luas itu. Abis itu, ada juga akuarium dugong yang juga besar, trus yang kecil-kecil seperti arapaima, lion fish, kuda laut, dan banyak lagi yang lain. Selain akuarium-akuarium tertutup, ada juga kolam sentuh yang tersebar di beberapa spot di dalam area Seaworld. Kolam sentuh ini isinya ada kura-kura, hiu kecil, dan lain-lain. Dan sesuai namanya, di kolam ini kita bisa menyentuh ikan dan binatang-binatang lain yang ada di dalamnya.
| Tiket Masuk |
| Kolam Kecil di Luar Ruangan |
| Japanese Spider Crab |
| Japanese Spider Crab |
| Lion Fish |
| Pinecone Fish |
| Belut Laut Raksasa (Moray Eel) |
| Ikan Hiu |
| Ikan Kakap Putih |
| Terowongan Aquarium Raksasa |
| Fosil Ikan Arapaima |
| Redtail Catfish |
| Arapaima (Ikan Purba) |
| Ikan Patin ??? (hehe maaf lupa nama aslinya) |
| Ikan Hiu Pari |
| Ikan Duyung/ Dugong |
| Ikan-ikan Kecil |
| Ikan-ikan Kecil |
| Hewan Terumbu Karang Nempel di Kaca |
| Hewan Terumbu Karang Beserta Ikan-ikan Kecil |
| Tampak Dalam |
| Tampak Dalam |
| Gerbang Keluar Masuk |
Objek Wisata Kebun Binatang Ragunan
Jakarta, siapa yang tidak tahu atau pernah
mendengar nama kota nomor 1 di Indonesia tersebut. Yah Jakarta memang
kota terbesar dan terpadat di Indonesia dengan tingkat polusi udara yang
juga luar biasa. Namun tahukah anda, jika di tengah hiruk pikuk,
kebisingan serta polusi yang (mungkin sudah hampir) di atas ambang batas
tersebut, Jakarta masih memiliki areal hijau seluas lebih kurang 147
Hektar di salah satu sudutnya. Tak salah jika tempat ini menjadi tujuan
berlibur bagi sebagian warga ibu kota yang rindu akan keramahan alam
dengan udara segarnya. Tempat dimaksud tak lain adalah Taman Marga Satwa Ragunan.
Taman Marga Satwa Ragunan atau sering disebut Kebon Binatang Ragunan
terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Lokasi yang
strategis dan sangat mudah dijangkau meskipun dengan angkutan umum
sekalipun. Karena jika kita naik Trans Jakarta (Busway), dan turun di
shelter Ragunan, maka kita sudah tepat berada di pintu masuknya. Hanya
dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 4.500,- per orang (dewasa), dan
Rp. 3.500,- per anak kita bisa bersantai sembari menghirup udara segar
di sana. Mengunjungi Ragunan seperti memasuki sebuah hutan tropis mini
karena di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang memiliki nilai
konservasi tinggi dan menyimpan harapan untuk masa depan.
Berkunjung ke Taman Marga Satwa Ragunan memang boleh dibilang wisata
yang murah meriah. Namun tetap bisa menjadi sebuah moment yang sangat
berharga bersama teman maupun keluarga.
Monday, 3 September 2012
Fauna Riau | Burung Raja Udang Paruh Merah
Kumantan, Bangkinang, Kampar, Riau - Pertama kalinya saya melihat burung ini begitu takjubnya dilihat dari warna tubuh indah dan suara yang nyaring pula. Penasaran akan burung ini saya-pun mencoba mencari namanya lewat jejaring sosial internet. Memang susah-susah gampang tapi akhirnya saya dapatkan nama burung ini disebut dengan "Burung Raja Udang Mulut/ Paruh Merah" atau "Cekakak Belukar" atau "Burung Lingkiki".
Pada masyarakat kampar penyebutan burung ini pada umumnya disebut burung lingkiki. Sebuah cerita yang menggambarkan antara ikan pantau dengan burung lingkiki, waktu burung lingkiki hendak memakan ikan pantau, si ikan pantau pun berpantun:
lingkako kakak lingkiki,
suaghonyo gilang gumilang,
selegho kakak yang kan ba isi,
nyawo adiok yang kan ilang.
Pada masyarakat kampar penyebutan burung ini pada umumnya disebut burung lingkiki. Sebuah cerita yang menggambarkan antara ikan pantau dengan burung lingkiki, waktu burung lingkiki hendak memakan ikan pantau, si ikan pantau pun berpantun:
lingkako kakak lingkiki,
suaghonyo gilang gumilang,
selegho kakak yang kan ba isi,
nyawo adiok yang kan ilang.
Ciri-ciri : mulut merah, badan coklat, dada berbuluh putih, punggung hingga ekor berwarna biru, kaki merah.
Makanan : ikan kecil, katak, jangkrik
Habitat : tepi sungai, rawa, hutan
| Burung Raja Udang Paruh Merah/ Cekakak Belukar/ Lingkiki |
| Burung Raja Udang Paruh Merah/ Cekakak Belukar/ Lingkiki |
Kemunculan burung ini tepat di samping rumah dan ia membuat sarangnya persis di lubang-lubang tanah dekat rumah. Kebetulan dibelakang rumah saya adalah hutan, hewan/ satwa masih hidup bebas dan pohon-pohon terjaga keasriannya maka tidaklah heran jika saya menemukan burung ini. Selain warna tubuhnya yang begitu memukau, Suaranya juga tidak kalah merdunya. Burung ini sering hinggap di atas pohon yang tinggi untuk mengincar mangsa dibawahnya seperti ikan, udang, katak, dan sebagainya. Ini penampakan burung yang sempat saya abadikan dalam sebuah gambar.
| Burung Raja Udang Paruh Merah/ Cekakak Belukar/ Lingkiki |
Sunday, 22 July 2012
Keanekaragaman Ikan Sungai Kampar
| No | Spesies | Nama Ikan |
| 1. | Clupeichthys bleekeri | Bunga air putih |
| 2. | Clupeichthys goniognathus | Bunga air merah |
| 3. | Acanthopsis octoactinotos | Awu-awu |
| 4. | Botia hymenophysa | Ciling-ciling |
| 5. | Albulichthys albuloides | Dara Putih |
| 6. | Barbodes schwanefeldi | Kapiek |
| 7. | Crossocheilus oblongus | Selimang Batu |
| 8. | Crossocheilus langei | Selimang Batang |
| 9. | Cyclocheilichthys apogon | Siban/Sipaku |
| 10. | Cyprinus carpio | Ikan Mas |
| 11. | Dangila festiva | Ingau |
| 12. | Hampala macrolepidota | Barau |
| 13. | Labeo sp | Lelan Kuning |
| 14. | Labiobarbus festivus | Mali-mali |
| 15. | Labiobarbus leptocheilus | Luang |
| 16. | Leptobarbus hoevenii | Jelawat |
| 17. | Leptobarbus melanopterus | Petulu |
| 18. | Osteochilus hasseltii | Paweh |
| 19. | Osteochilus kelabau | Kelabau |
| 20. | Osteochilus microcephalus | Lelan Kunyit |
| 21. | Osteochilus pleurotaenia | Lelan |
| 22. | Osteochilus schlegeli | Si Buruk |
| 23. | Osteochilus vitatus | Lelan Botiong |
| 24. | Oxygaster anomalura | Sepimping |
| 25. | Puntioplites bulu | Tabingalan |
| 26. | Rasbora argyrotaenia | Pantau |
| 27. | Rasbora rutteni | Sicangga |
| 28. | Thynnichthys polilepis | Motan Besar Kepala |
| 29. | Thynnichthys thynnoides | Motan Siruncing |
| 30. | H. chrysopunctatus | Julung-julung |
| 31. | Notopterus borneensis | Belida |
| 32. | Anabas testudineus | Puyuh |
| 33. | Thrichogaster trichopterus | Sepat/ Sopek |
| 34. | Parambassis wolfii | Sipongkah |
| 35. | Channa bankanensis | Bujuk |
| 36. | Channa striata | Gabus/ Bocek |
| 37. | Oreochromis niloticus | Nila |
| 38. | Oxyeleotris marrmorata | Betutu |
| 39. | Helostoma temmincki | Tuakang/Tambakan |
| 40. | Mastacambelus unicolor | Tilan |
| 41. | Oshphronemus gouramy | Gurami |
| 42. | Pristilepis grooti | Katung |
| 43. | Cygnolossus microlepis | Lidah-lidah |
| 44. | Achiroides leucorhynchos | Sebelah |
| 45. | Himantura signifer | Pari |
| 46. | Mystus nemurus | Baung |
| 47. | Mystus micracanthus | Baung pisang |
| 48. | Mystus nigriceps | Ingir-ingir |
| 49. | Mystus wyckii | Geso |
| 50. | Clarias bathracus | Lele |
| 51. | Clarias teijsmanni | Keli |
| 52. | Pangasius pangasius | Patin |
| 53. | Pangasius polyranodon | Juaro |
| 54. | Belodontichthys dinema | Sengarat |
| 55. | Krytopterus palembangensis | Selais |
| 56. | Krytopterus schilbeides | Selais budak |
| 57. | Wallago leeri | Tapah |
| 58. | Tetraodon palembangensis | Buntal |
sumber : ronal_yusni_139-147_.pdf
Friday, 25 May 2012
Serindit | Fauna Identitas Provinsi Riau
Burung Serindit / Srindit Melayu dengan ciri fisik bulu sayapnya berwarna hijau tua, pada
ujung ekornya yang pendek didominasi warna merah dan hitam. Dadanya
berwarna hijau muda bercampur bercak kekuning-kuningan, sedangkan
punggungnya terdapat warna hijau dengan bercak kuning dan kecoklatan. Fauna Identitas Provinsi Riau dan menjadi Maskot pada Pekan Olahraga
Nasional (PON) XVIII Riau tahun 2012 tampak eksotik.
| Maskot PON XVIII Riau |
Subscribe to:
Posts (Atom)



